“Cuma kalau kita benci pejabat korup, tapi demi irit nonton film bajakan kita malah melanggar hukum, ya sama saja.korupsi juga
”
Mas Bro dan Mbak Sis tidak langsung kembali ke kantor usai makan siang. Mereka punya agenda lain di mal. Mbak Sis ingin beli charger telepon seluler, sementara Mas Bro ingin membeli DVD.
Karena banyak pilihan, Mas Bro pun sibuk. Tiap melihat judul baru, ia bertanya pada penjaga lapak. “Yang ini udah bagus, belum?”
Si penjaga pun jujur menjawab. Ada DVD yang dibilang bagus, ada juga yang “belum oke”. Setelah mencoba beberapa judul, Mas Bro melihat Mbak Sis menonton televisi di kios sebelah. Tumben siaran berita. Biasanya lapak DVD hanya memutar film.
Mas Bro mendekat, mencolek pundak Mbak Sis. “Oy, serius amat lu Sis. Ada berita apaan? Breaking news?”
Sedikit kaget dicolek, Sis kemudian senyum datar.
“Pejabat korup yang menghebohkan waktu ditangkap kemarin itu divonis bebas.”
“Wah, lu ngikutin berita rupanya? Nggak sangka gue.”
Mas Bro berdiri di samping Mbak Sis, ikut menonton.
“Gue enek Sis lihat berita. Negara habis dimaling koruptor.”
“Lu hobi bahas ini kan Mas? Suka ngeblog, ngetwit soal politik.”
“Pelampiasan aja, Sis. Biar orang tahu betapa korupnya maling-maling ini.”
“Eh iya, gue lupa, lu dulu aktivis kampus kan ya?”
Mbak Sis menyusul Mas Bro kembali ke lapak DVD. Ternyata si Mas sudah mengumpulkan selusin film untuk dibeli, dan masih mencoba judul lain lagi.
“Weitss, ck ck ck, borong nih Mas? Stok tontonan seminggu?”
Mas Bro nyengir beloon.
“Daripada liat koruptor maling terang-terangan di televisi, mending nonton DVD, Sis.”
“Tapi lu kan nggak mesti nonton berita terus, ada yang lain.”
“Sinetron? Ogah. Eh Mbak, yang ini sudah bagus kan ya? Saya ambil.”
Mbak Sis melihat tumpukan DVD bajakan yang sudah dipilih mas Bro. Ia berpikir sebentar lalu bertanya, “Kalau beli DVD bajakan, kan maling juga?”
Mendengar itu, Mas Bro senyum mencibir kecil.
“Emangnya lu nggak pernah beli DVD bajakan, Sis?”
“Ya pernah lah, mas. Tapi gue tanya nih, beli DVD bajakan bukannya maling?”
“Ini kan gue bayar, masak ya maling toh.”
“Hahaha, berlagak polos deh. Lu tahu ini sama aja mencuri kan? Katanya nggak suka maling.”
“Yeeeh, kok jadi seriusan Sis? Males ah.”
Mbak Sis mengangkat tumpukan DVD bajakan pilihan Mas Bro.
"Film-film ini, nantinya akan beredar dalam bentuk DVD orisinal. Dan para pengedarnya membeli hak distribusi dari pembuat film."
“Terus?”
“Nggak adil lah kalau dikopi dan dijual seenaknya oleh yang tidak berhak.”
“Tapi Sis, kalau memang ilegal kok dibiarkan bebas. Ya gue nggak salah dong.”
“Hahaha, serius lu pakai alasan itu?”
Mulai sebal dicecar pertanyaan si mbak Sis, si mas kita pun pasrah.
“Ya jujur aja, Sis. Nggak kuat gue kalau mesti beli CD atau DVD orisinal terus. Mahal.”
“Kalau kita gak mampu beli mobil baru, beli mobil curian karena murah itu boleh?”
Jelas nggak ada alasan yang bisa memberikan Mas Bro pembenaran. Keduanya tertawa santai. Tapi belum selesai, Mbak Sis melanjutkan.
“Ibaratnya nih, lu kerja keras bikin film atau album untuk mencari nafkah. Terus karya lu disalin tanpa izin, dijual seharga kacang. Dagangan lu jadi nggak laku. Adil nggak tuh?”
Kali ini Mas Bro perlu beberapa saat memikirkan jawaban.
“Ya salah gue juga, kenapa gue gak jual murah supaya bisa bersaing dengan yang bajakan?”
“Bukannya harga bajakan bisa murah karena mereka nggak pakai modal bikin film atau musik?”
Sudah tahu salah, Mas Bro terus saja berkelit asal ngotot selama beberapa menit ke depan. Tahu-tahu sudah ada 20 DVD bajakan yang ia pilih.
“Jadi gue nggak boleh beli nih, Sis?”
“Bukan hak gue melarang, Mas. Cuma kalau kita benci pejabat korup, tapi demi irit nonton film kita malah melanggar hukum, ya sama saja.”
Mas Bro menghela nafas lalu menjawab cengengesan.
“Iya deh, Sis. Tapi biarlah gue maling, kan gue nggak maling milyaran. Hahaha.”
“Jadi, maling boleh ya asal bukan milyaran?”
Keduanya tertawa, Mas Bro tahu ia kalah. Tiba-tiba Mbak Sis sadar dan melirik arlojinya.
“Astaga Mas, buruan, udah jam 2 nih, nanti dicari bos!”
“Tenang, gue ngebut entar.”
Setelah membayar semua DVD itu, mereka pun bergegas beranjak. Mas Bro membonceng Mbak Sis dengan sepeda motornya. Supaya cepat, Mas Bro tidak berputar di putaran balik melainkan melawan arus saja, di pinggir jalan. Tidak melihat ada polisi, lampu lalu lintas pun ia terobos. Tiba di kantor 90 menit setelah waktu makan siang berakhir.
Beginilah kita.
Minggu, 24 April 2011
korupsi dan film bajakan
di 19.59
inin dia"Single Baru Ariel Tetang Kisahnya Dengan Luna Maya"
Ariel sempat memperdengarkan single barunya Dara kepada para wartawan dengan diiringi petikan gitar. Lagu itu berkisah tentang keadaannya selama di menjalani hukuman. Kisahnya pun tak lepas dari sang pacar, Luna Maya .
pelatihan metafisika dan hipnotis http://www.mindpoweracademy.net/
"Sebenarnya temanya sesuai dengan keadaan di sini. Tapi saya nggak mau terlalu keras. Jadi saya ingin coba sisi lain. Tentang kerinduan. Orang yang di dalam dan di luar tapi saling menguatkan untuk bisa terus melanjutkan hidupnya. Walaupun tertimpa masalah," ungkap Ariel dalam sambutannya di Rutan Kebonwaru, Jawa Barat, Senin (18/04/2011).
Ariel sebelum mengawali menyanyi menyampaikan beberapa patah kata yang ditujukan kepada para penggemarnya. Tak lupa dirinya meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
"Ini lagunya sementara judulnya Dara, tapi belum tahu nanti. Sebelum nyanyi saya mau sampaikan ke sahabat Peterpan dimana pun berada. Maaf harus menunggu lama karena album Peterpan tertunda. Mudah-mudahan lagu ini bisa mengobati. Saya berharap lagu ini bisa diterima masyarakat Indonesia juga dan saya juga memohon maaf kepada seluruh masyarakat atas semua keresahan telah terjadi selama ini," ungkapnya.
Berikut syair lagu Dara:
Jangan-jangan kau bersedih
Ku tahu kau lelah
Tepiskan ke ujung dunia
Biarkan mereka-mereka
Tenangkan hati di sana
Ketika lelah
Mimpi yang menenangkan
Biarkan semua-semua
Kurangi beban itu
Tetap lihat ke depan
Tak terasingkan dunia
Dua jiwa perih
Masih ada di sana, untuk kita berdua
Dalam hati yang bersatu
Tempat kita berdua
Dan jangan kau bersedih
Kutahu kau lelah
Tepiskan ke ujung dunia
Sementara soal album Peterpan, Ariel mengaku masih menyelesaikan sambil jalan. Dia kerap didatangi personel Peterpan lain untuk mendiskusikannya.
"Untuk album Peterpan tetep digarap. Anak-anak sering bolak-balik mendengarkan lagu-lagunya. Kurangnya apa ya dibahas lewat itu," pungkasnya.
pelatihan metafisika dan hipnotis http://www.mindpoweracademy.net
di 19.50
Sora Aoi bilang "memang Pria Indonesia Hangat Dan Ramah gitu lho
Jepang memiliki kedekatan sejarah dengan Indonesia. Istri dari presiden Soekarno, yakni Dewi Soekarno juga berasal dari negeri Sakura. Ternyata, ketika ditanya tentang sosok Dewi, bintang panas Sora Aoi mengatakan sosok Dewi cukup terkenal di Jepang.
Jepang memiliki kedekatan sejarah dengan Indonesia. Istri dari presiden Soekarno, yakni Dewi Soekarno juga berasal dari negeri Sakura. Ternyata, ketika ditanya tentang sosok Dewi, bintang panas Sora Aoi mengatakan sosok Dewi cukup terkenal di Jepang.
"Memang istri Soekarno, Dewi Soekarno sangat terkenal di Jepang tapi saya baru tahu itu istri Presiden Indonesia," ucapnya ketika ditemui di FX Plaza beberapa waktu lalu.
Sora pun mendapat kesan positif terhadap orang Indonesia. Baginya para pria asal Indonesia sangat ramah dan hangat.
"Laki-laki indonesia sangat hangat dan ramah. Saya baru tahu kalau laki-laki Indonesia seperti ini," ucapnya.
Selain akting, Sora Aoi pun tengah mencoba profesi baru, di mana ia juga tampil sebagai seorang penyanyi. "Kalau untuk akting dari segi bahasa ada kendala, tapi di Jepang saya sudah mulai bernyanyi. Mungkin kalau ada kesempatan nanti saya akan bernyanyi," ucapnya.
Merasa nyaman dan mendapat sambutan positif dari pria asal Indonesia, Sora belum terpikir untuk tinggal di Indonesia. Gadis yang sudah sembilan tahun berperan di depan kamera ini lebih memilih pulang pergi dari Jepang - Indonesia daripada harus tinggal di negeri ini.
"Tinggalnya cukup di Jepang, tapi kalau harus mondar-mandir ke sini (Indonesia) ya enggak masalah. Ini sudah tahun kesembilan berakting. Waktu itu memang ada tawaran, dan saya kebetulan dikontrak sama perusahaan saya. Dari sana sudah banyak tawaran," tutupnya
di 19.35
posmo award 2011
GEMBLENGAN ILMU METAFISIKA DAN PENGHUSADA
LEVEL GRAND MASTER
– bisa menurunkan ilmu sampai tingkat guru
– bisa membuka padepokan sendiri
– keilmuan terlengkap dibandingkan gemblengan manapun
– masuknya ilmu bisa dirasakan
– sistim Privat bukan gemblengan massal
– bisa konsultasi sewaktu-waktu
– mendapat sertifikat
– ilmu terapi Aroma
alamat : jl. Bandulan 8 B/458B malang
melayani gemblengan ilmu metafisika dan penghusada jarak jauh
rek BRI no : 0051-01-034067-50-8 atas nama Rushadi Prasetyono
di 05.22
Label: posmo award 2011
hipnoterapi
Karena mahasiswa tidak bisa melakukan terapinya maka mereka meminta bantuan seorang hipnoterapi, dan sudah tentu yang bersertifikasi, yang dikenalkan oleh dosen pembimbingnya.
Hasil penelitian ketiga mahasiswa ini terhadap efektivitas hipnoterapi
dalam mengatasi masalah subjek penelitian ternyata ”tidak signifikan”. Saya jadi bingung. Lha, kok bisa nggak signifikan?
Ternyata setelah saya baca skrip terapi yang juga disertakan dalam lampiran skripsi akhirnya saya tahu mengapa kok hasilnya nggak signifikan.
Lha, bagaimana mau signifikan kalau ternyata si ”hipnoterapis” hanya menggunakan teknik sugesti. Selain itu induksi yang dilakukan juga hanya satu teknik yaitu progressive relaxation tanpa memperhatikan tipe sugestibilitas klien. Pengujian kedalaman trance juga dilakukan dengan pendekatan stage hypnosis.
Bisa anda bayangkan, setiap sesi terapi dilakukan sekitar antara satu setengah hingga dua jam. Satu jam untuk melakukan induksi dan satu jam lagi untuk mensugesti. Lebih hebat lagi, hasil signifikan ini didapat setelah subjek penelitian menjalani tiga sampai empat sesi terapi yang sama.
Yang lebih mengagetkan saya adalah selang beberapa bulan kemudian, dosen pembimbing ketiga mahasiswa ini, dengan menggunakan kesimpulan dari penelitian mahasiswanya, memutuskan untuk memasukkan hasil penelitian ini ke jurnal psikologi. Dosen ini dengan mantapnya menyimpulkan, “Hipnoterapi tidaklah seefektif yang digembar-gemborkan.”
Untungnya hasil penelitian, yang sebenarnya kurang tepat ini, setelah mendapat banyak saran, kritik, dan sanggahan, akhirnya tidak jadi dimasukkan ke jurnal. Salah satunya adalah metode penelitian yang digunakan tidak tepat dan subjek penelitiannya terlalu sedikit.
di 05.11


